Majas

Majas : kalimat atau kata yang menimbulkan konotasi

1. Majas Perbandingan

  • Metafora : membandingkan benda dengan benda (perlambangan)

Contoh : dewi malam

  • Personifikasi : menghidupkan benda mati / seolah-olah seperti manusia

Contoh : nyiur melambai-lambai, gelombangnya berlari-lari

  • Alusio : majas yang menggunakan peribahasa/ungkapan, umumnya menggunakan kata “seperti”

Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

  • Hiperbola : kata yang melebih-lebihkan

Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

  • Metonimia : menggunakan merk

Contoh : saya berangkat ke sekolah naik bebek, belikan jarum karena mulut bapak kecut

  • Alegori : majas perulangan sangat utuh

Contoh : kalau kita ingin meraih bahtera hidup kita, kita harus melawan badai, topan, angin dll.

  • Sinekdok pars prototo : menyebutkan sebagian untuk keseluruhan

Contoh : saya tidak melihat batang hidungmu dari tadi pagi

  • Sinekdok pars proparte : menyebutkan keseluruhan untuk sebagian

Contoh : SMAN 1 telah mendapatkan medali emas bidang computer dalam OSN 2011

  • Litotes : agak menyinggung, majas pelembut tapi bersifat merendah

Contoh : ayo mampir ke gubukku

  • Eufemisme : supaya tidak tersinggung, majas pelembut merendah agar tidak tersinggung

2. Majas Sindiran

  • Ironi : Sindiran lembut

Contoh : tulisanmu bagus sekali sampai aku tidak bias membacanya

  • Sinisme : Sindiran agak sinis

Contoh : bau apa ini kok enak banget ( padahal pengap)

  • Sarkasme : Sindiran keras

Contoh : kamu tuh dikasih tahu masuk kuping kanan keluar kuping kiri,

Otakmu kok seperti otak udang

3. Majas Pertentangan

  • Antitesis : menggunakan antonym

Contoh : besar kecil tua muda bergotong royong membangun desa

  • Paradoks : seakan-akan bertentangan padahal tidak karena medianya beda

Contoh : dia merasa kesepian di tempat yang ramai ini, dia kaya tapi miskin

  • Kontradiksi interminis : mempertentangkan kata semua

Contoh : siswa kelas X-4 semuanya sudah hadir kecuali si heni yang sedang sakit

  • Anakronisme : menyatakan sejarah tapi tidak sesuai sejarah

Contoh : waktu Bung Karno membacakan proklamasi, dia membaca sms;

4. Majas Penegas

  • Pleonasme : memperjelas apa yang sudah jelas

Contoh : silahkan maju ke depan, mundur ke belakang

  • Klimaks : semakin lama semakin naik

Contoh: jangankan kau minta uang 5000, 10000 akan aku beri.

  • Antiklimaks : semakin lama semakin turun

contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namany

  • Koreksio : sudah dinyatakan, diperhatikan, ditulis kembali

Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

  • Retorik : kalimat tanya yang tidak butuh jawaban

Contoh : inikah yang kau namai bekerja?

  • Repetisi : perulangan untuk menegaskan arti
  • Paralelisme

1. Anapora : perulangan di awal

Contoh : selama nadi berdenyut, selama aku hidup, selama aku disini, aku mencintaimu

2.    Epipora : perulangan di akhir

  1. Autologi : menggunakan sinonim
  2. Asidenton : pemenggalan tanpa kata penghubung

(hanya menggunakan tanda “koma”)

Polisidenton : pemenggalan dengan kata penghubung “dan”

Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?


About these ads

Leave a comment

Filed under Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s